Minggu, 23 Juni 2013

Institusi Kepolisian” Busuk & Paling Terkorup


Sumut ( Berita Monitor)
                 Apa yang dijabarkan Prtof JF Sahetapy bahwa Institusi Kepolisian “Busuk & paling  Terkorup” menjadi kenyataan. Rakyat dan beberapa element masyarakat serta Komisi III DPR RI mendukung langkah KPK menggulung tikus tikus gede berdasi didalam Institusi Kepolisian Republik Indonesia.
                Bukan tanggung Korupsi Simulasi SIM Korsatlantas, mencapai ratusan miliar rupiah. Jenderal Polisi bintang dua Djoko Soesilo, merupakan biang korupsi dibantu beberapa orang Pamen Polri, serta dua orang direktur perusahaan . Salah satunya merupakan Direktur Perusahaan Sub Kontraktor.
                 Mabes Polri mulai gerah seperti cacing kepanasan, sepertinya membuat tragedi kedua pertarungan “ Cicak dan Buaya “. Para petinggi Polri ketakutan , seandainya Jenderal berbintang dua Djoko Soesilo , akan nyanyi dihadapan KPK. Sudah barang tentu Djoko Soesilo tidak akan mau menanggung beban sendirian.
                Korupsi Simulator SIM di Korsatlantas menilap uang rakyat mencapai ratusan miliar ini,bukan rahasia umum kalau  korupsi berjamaah didalam tubuh Mabes Polri. Sehingga Mabes Polri awalnya ketika KPK melakukan penggeledahan serta mengambil dokumen barang bukti di Korlantas, ketika hendak keluar ditahan petugas ke Polisian. Hebat enggak beraninya Polisi menahan KPK beserta berkas dokumen yang dicurigai.
               Tentu ada apa apanya, mungkin seperti cara mereka selama ini didalam mendapat suatu kasus kalau dapat dalam istilahnya dilapan enamkan. Atau ada Intruksi dari petinggi Polri agar menahan dokumen yang diambil KPK, tidak pelak lagi kalau sang petinggi Polri merupakan Biang Kerok Busuk dan paling terkorup.
              Polri panik, ngoceh dihampir seluruh media massa, media elektronik, menuding KPK melanggar MOU. Polisi sebagai penegak hukum merusak hukum selama ini KUHP diartikan (Kasi Uang Habis Perkara). Macam mana Polri tidak paling terkorup, masuk polisi saja nyuap ratusan juta rupiah, tapi suap masuk Polri ini ditepis habis habisan oleh para petinggi Polri. Memang tidak dapat dibuktikan, tapi dapat dirasakan ada permainan suap.
              Ayo KPK rakyat mendukungmu, jangan kepalang tanggung buktikan bongkar kebusukan serta salah satu Institusi Polri paling terkorup. Jangan takut hidup mati itu urusan Allah, bongkart semua rekening gendut Polisi. Mengapa mesti takut apa dikarenakan Institusi Kepolisian dibawah Kepresidenan. Rakyat tidak akan tinggal diam pasti menentang kebijakan Presiden yang tak Bijak, apabila membela Institusi Kepolisian.
              Seharusnya Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono tanggap, cepat bertindak terhadap Institusi Kepolisian, segera menginstruksikan Korupsi Simulator SIM Korsatlantas Mabes Polri, khusus ditangani KPK. Anehnya Mabes Polri cq Kabagreskrim juga melakukan pemeriksaan terhadap anggotanya yang terlibat, tapi tidak dengan Jenderal bintang dua Djoko Soesilo. Pak Polisi mana mungkin Jeruk makan Jeruk, harusnya koperaktif membantu KPK membongkar kasus korupsi didalam tubuh Institusi Kepolisian, kalau para petinggi Polisi jujur dan bersih dari korupsi. (black hunter)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar